Timnas Indonesia Menang dengan Taktik Praktis ala British

Kemenangan Indonesia terhadap Myanmar di laga persahabatan (25/3) kemarin adalah suatu hal yang menarik bagi pecinta sepak bola nasional. Layaknya sedang bermain roller coaster, pendukung timnas merasakan sensasi turun dan naik kala melihat hasil pertandingan timnas sepakbolanya. Di level U-23, publik Indonesia (bisa dikatakan sedang) berduka. Namun, selang sehari kemudian, publik Indonesia (kembali) bersuka-cita.

Karena, timnas senior sukses mengandaskan tim tuan rumah, dalam laga persahabatan di kalender FIFA. Bermain di Myanmar (Mandalay), skuad asuhan Simon McMenemy ini sudah cukup berhasil menunjukkan tajinya dengan skor 2-0. Gol dua penyerang naturalisasinya, Greg dan Spaso, mengantarkan sang Garuda ‘terbang lagi’.

Memang, ini hanya pertandingan persahabatan. Namun, pertandingan yang digelar di kalender FIFA, atau disebut jeda internasional ini, bisa dijadikan sebagai langkah positif bagi timnas untuk dapat mencari poin di klasemen FIFA. Hal inilah yang membuat kemenangan timnas Indonesia bisa disebut penting dan spesial.

Penting, karena ada sangkut-pautnya dengan perolehan poin. Spesial, karena ini laga debut Simon sebagai pelatih timnas Indonesia di laga ‘resmi’ dalam kalender FIFA. Kemenangan ini bisa menjadi awal dari upaya membangun optimisme terhadap prospek timnas di tahap selanjutnya. Yaitu, membangun pondasi kuat nan solid untuk berkompetisi di Piala AFF 2020 nanti.

Selain itu, pertandingan ini juga menunjukkan kinerja Simon sebagai pelatih asing yang berani eksperimen dan memberikan kesempatan kepada pemain-pemain lama dan pemain-pemain baru (yang dipanggil timnas tahun 2018). Artinya, ada upaya kombinasi untuk mencari formula yang ideal bagi timnas. Minimal untuk jangka satu-dua tahun ke depan.

Kita bisa melihat bagaimana kembalinya pemain-pemain seperti Manahati Lestusen, Rizky Pellu, Yanto Basna, dan bahkan muncul nama pemain senior Yustinus Pae untuk dapat mengisi skuad timnas di laga persahabatan ini. Pemain-pemain ini berbaur dengan pemain-pemain timnas yang sudah rutin berada di timnas dalam 2-4 tahun terakhir. Seperti Stefano Lilipaly, Andritany, dan Hansamu Yama.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started